Catering nasi liwet alas daun pisang Sumur Batu Kemayoran, Jakarta Pusat

Catering nasi liwet alas daun pisang  Sumur Batu Kemayoran, Jakarta Pusat

Catering nasi liwet alas daun pisang Sumur Batu Kemayoran, Jakarta Pusat – Dari sekian banyaknya budaya nusantara, bisa saja Ngaliwet tetap jarang terdengar, tapi bagi beberapa orang formalitas ini merupakan ajang silaturahmi dan bentuk kebersamaan. Khusus di wilayah priangan mengakibatkan nasi liwet dikenal dengan arti ngaliwet. Ajakan layaknya “urang ngaliwet yuk” kerap dilontarkan untuk ajakan mengakibatkan masakan nasi liwet bersama-sama di lokasi priangan. Ya, bersama-sama, ngaliwet tidak seru kecuali ditunaikan sendirian atau berdua. Minimal empat orang untuk melakukan ngaliwet.

Catering nasi liwet alas daun pisang Sumur Batu Kemayoran, Jakarta Pusat

Tradisi Ngaliwet ini sebetulnya tidak hanya hanya makan bersama, tersedia beberapa ritual didalamnya. Ritual berikut diantaranya adalah belanja bahan masakan dengan ongkos bersama atau patungan. Dan bisa juga menyumbang lebih dari satu jenis bahan mentah untuk dimasak bersama-sama.

Tak kalah pentingnya memasak nasi liwet ini butuh keahlian dan ketelitian. Sebelum memasak nasi, lebih-lebih dahulu diawali bersama menggoreng irisan beberapa siung bawang merah. Biasanya dimasukan bumbu tambahan layaknya daun salam, sereh, dan garam. Masak nasi liwet ini cuma sekali, maka kadar airnya harus pas. Jika tidak tepat maka nasi liwet dimaksud akan menjadi 1/2 matang, dan sebaliknya jika kelebihan nanti akan jadi seperti bubur. Itulah kenapa dibutuhkan keahlian dan ketelitian. Cara masak seperti ini awalannya dipakai untuk mengefektifkan selagi dalam memasak. Biasanya perihal ini dilaksanakan sementara tengah istirahat bekerja di sawah, hutan atau di dalam perjalanan.

Sedangkan lauk yang disajikan mampu apa saja, seperti ikan teri, ayam, ikan, telur, dan lainnya. Ditambah bersama lalapan dan sambal. Untuk ikan asin biasanya dimasak memadai bersama disimpan di atas nasi yang nyaris matang, serupa halnya bersama dengan lalapan, semua disimpan diatas nasi. Satu perihal yang unik berasal dari Ngaliwet ini adalah sehabis sepenuhnya matang, maka bakal disiapkan beberapa lembar daun pisang sebagai pengganti piring untuk menjadi alas makan. Semua nasi dan lauk pauk yang udah disiapkan disebar dan dibagi rata ke seluruh anggota daun pisang sesuai bersama dengan kuantitas orang yang ikut di dalam ngaliwet ini. Cara makan inilah yang mengakibatkan Ngaliwet miliki nuansa kebersamaan serta bisa mempererat tali silaturahmi.

Catering nasi liwet alas daun pisang Sumur Batu Kemayoran, Jakarta Pusat

Saat ini sangat gampang melacak nasi liwet, apalagi harga nasi liwet daun pisang terlampau terjangkau agar dapat Anda coba membelinya. Tentunya sebagai masyarakat Indonesia telah tidak asing ulang dengan nasi liwet di mana nasi ini tidak cuma kondang di Pulau Jawa saja tetapi sampai luar Jawa, hal ini pastinya tidak lepas berasal dari cita rasa berasal dari nasi ini sehingga terlalu direkomendasikan untuk kamu mencobanya. Namun walaupun nasi liwet telah tidak asing ulang oleh penduduk tapi masih banyak masyarakat yang belum mengerti seluk beluk berasal dari nasi ini. Padahal ada cerita dan histori yang panjang berasal dari makanan ini, oleh sebab itu Anda mesti mengetahuinya mengingat nasi liwet tidak cuma sebatas makanan yang sedap saja.

Makan nasi liwet emang enggak dulu bosen. Apalagi kecuali rasanya enak banget. Akhir-akhir ini lagi nge-hits banget makan nasi liwet komplit yang disajikannya nggak per porsi sepiring. Tapi digelar di atas daun pisang yang disambung panjang. Jelas penyajian ini bukan buat satu orang, tetapi rame-rame. Jadi makannya lebih seru. Nah, di Jakarta sudah ada banyak yang jual nasi liwet Sunda bersama dengan penyajian layaknya itu. Beberapa area makan ini kami sarankan buat kamu-kamu yang berkenan ngerasain sensasinya makan nasi liwet rame-rame.

Nasi liwet sendiri punyai lebih dari satu jenis, yakni nasi liwet Jawa dan nasi liwet Sunda. Tentunya nasi liwet Jawa berasal dari Solo, tentunya terdapat sebagian perbedaan perihal nasi liwet Jawa dan Sunda. Walaupun mempunyai perbedaan tapi rasa dari ke dua nasi ini tidak kalah menarik dimana sama-sama enak, timbulnya nasi liwet Sunda sendiri gara-gara nasi ini digunakan untuk bekal orang yang dapat bekerja di perkebunan sedangkan nasi liwet Jawa sendiri muncul gara-gara sejak awal orang-orang Jawa menjual nasi ini untuk dikonsumsi. Tidak heran terkecuali daerah Solo terutama jadi pusat penjualan nasi liwet mengingat daerah tersebut merupakan area awal timbulnya nasi liwet. Oleh karena itu bila Anda datang ke Solo maupun tempat Jawa Barat maka wajib mencoba nasi liwetnya sebab dapat menggoyang lidah Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *